VisualJambi, Muara Jambi. — Puluhan bahkan ratusan tiang beton milik PLN berdiri pancang di sepanjang ruas jalan perbatasan PT WKS, Sabak, hingga kawasan Desa Danau Lamo, Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muara Jambi.
Namun, pemandangan yang terlihat pada Minggu (16/08/2026) sangat kontras dengan fungsi dasar infrastruktur listrik.
tiang-tiang itu miring, tampak amburadul, dan tidak ada satupun kabel yang terhubung di antaranya. Hanya batang beton kosong yang tersisa, itupun ada tiang beton menimpa kabel telkom.
seolah kejadian ini monumen bisu dari proyek yang terbengkalai atau saksi bisu aksi kejahatan.
Pantauan di lapangan mengungkap fakta memprihatinkan. Sepanjang jalan lintas yang menghubungkan Muara Jambi dan Sabak, tiang listrik terlihat dalam kondisi tidak terawat.
“Dari sini terlihat antara desa kita Muara Jambi dengan Sabak ada perbatasan PT WKS, tiang listrik kabel miring hingga roboh itu hanya tinggal tiang, kabelnya pun tidak ada lagi,
Tidak bisa dibedakan antara tiang beton listrik lama dan baru, yang mana, ” ujar seorang sumber warga desa yang tinggal di pinggiran jalan lintas perbatasan tersebut kepada wartawan.
Warga setempat mengungkapkan kekhawatiran mendalam. Kondisi ini dinilai sangat mengerikan dan seperti tidak diperdulikan oleh pihak PLN.
Bukan tanpa alasan, selama ini di sepanjang jalur tersebut, tiang listrik banyak yang miring bahkan nyaris roboh, dan seluruh kabelnya telah raib.
Warga menduga kuat hilangnya kabel-kabel tersebut adalah akibat aksi pencurian.
Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan, pernah terjadi kejadian dugaan pencurian di mana dalam satu tiang beton terdapat tiga aliran kabel yang hilang.
“Sepengetahuan kita, pernah dengar ada kejadian dugaan pencurian. Dalam 1 beton itu ada 3 aliran kabel itu hilang. Apalagi malam hari dengan kondisi jalan sepi,” keluh warga tersebut
Warga berharap ada tindakan nyata untuk menertibkan tiang-tiang sebagai bentuk ada perawatan dari PLN,
Serta yang membahayakan dan mengusut tuntas hilangnya kabel jaringan listrik. “Sangat mengerikan, seolah-olah tidak dipedulikan,” pungkas warga, menggambarkan situasi yang kini menghantui keselamatan dan kenyamanan mereka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah setempat maupun pihak PLN terkait kondisi ini.
(Lana)














Discussion about this post