VisualJambi, Kota Jambi. – Kabut asap di Jambi semakin hari semakin berbahaya akibat Kebakaran hutan dan lahan di berbagai kabupaten dan Kota Provinsi Jambi.
Abdullah Aktivis Jambi saat dikonfirmasi sangat menyesalkana atas jabatan kinerja Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni yang tidak becus menangani persoalan kebakaran hutan dan lahan di Republik Indonesia.
“Saya minta ketegasan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto copot Menteri Kehutanan karena tidak becus menjajabat,”jelasnya
Abdullah juga mengkritisi terkait menteri kehutanan yang sudah tiga kali ke provinsi Jambi karena tidak berefek apapun, sementara saat menteri datang lokasi kebakaran parah banyak di Jambi, justru pergi kelokasi kebakaran yang titik apinnya kurang.
“Tolong Bapak Presiden Prabowo, Menteri kehutanan hanya datang acara seremonial dan berkunjung ke area yang tidak ada titik api kurang, sementara titik api ada banyak parah khususnya di Jambi,”tegasnya.
Ia juga menyoroti terkait penegakan hukum setegas-tegasnya tanpa pandang bulu seperti ada Korporasi yang saat ini satupun belum ada dijadikan tersangka.

“Kami minta dan kami lihat hari ini belum ada satupun korporasi di Jambi dijadikan tersangka,”terangnya.
Ia juga melihat akibat kabut asap sudah ada butiran-butiran akibat karhutlah dan jika tidak cepat ditangani, pasti akan susah bernafas di Republik Indonesia ini dan jika dibiarkan betlarut-larut kabut, pastinya sudah terbilang Genosida Manusia yakni senjata pembunuh massal karena udara yang di hirup bukan udara sehat lagi melainkan udara berbahaya.
“Inilah yang kita anggap kelalaian dari pemerintah pusat dan daerah karena yang dikorbankan masyarakat terkhusus di Jambi 2,5 juta masyarakat provinsi Jambi akan menjadi korban,”ujarnya.
Abdullah menegaskan, terkait Karhutlah dan kabut asap, menunggu eksen lebih keras lagi dari gubenur Jambi, dengan mengumpulkan semua korporasi dan stakeholder untuk duduk bersama dan keluarkan keputusan bersama, siapapun memiliki lahan terbakar, dia harus bertanggung jawab.
“Sengaja ataupun tidak sengaja, ini yang ditunggu keputusan keputusan gubernur
karena kondisi yang terjadi hari ini sudah dua bulan karhutlah terjadi di Jambi,”imbuhnya.
Ia mengatakan, udara yang dihirup warga Jambi bukan udara segar lagi tapi sudah Ispu berbahaya, dan ia berpesan, saat Karhutlah dan kabut asap bukan pencintraan dilakukan di kelokasi kebakaran tanpa ada, tanpa ada upaya-upaya yang luar biasa.
“Jangan menyalahkan non teknis seperti karhutlah dan kabut asap akibat anginlah, kirimanlah. itu semua omong kosong,”katanya.
(SN)









Discussion about this post