VisualJambi, Kota Jambi. – Sebuah laporan pemerkosaan berantai yang brutal menguak di Jambi, menyisakan luka mendalam bagi seorang remaja perempuan yang disamarkan Mawar (18) dan pertanyaan besar bagi penegakan hukum.
Yang membuat kasus ini makin pelik, dua dari empat pelaku yang dilaporkan merupakan oknum anggota polisi.
Dalam keterangan informasi keluarga korban, Lawrence Sibarani, “Malam itu, Jumat 14 November 2025, korban yang dijuluki “Mawar” percaya akan diantar pulang oleh seorang yang dikenal, In.
Namun, harapan itu berubah menjadi mimpi buruk. Alih-alang ke rumah, In membawa Mawar ke kos-kosannya di Kebun Kopi.
Di sana, Mawar ditawari minuman keras dan menolak. Penolakan itu dijawab dengan kekerasan.
In diduga memaksa korban di dapur, dibantu Cr yang memegangi tangan Mawar.” Sebutnya.
Kemudian Lawrence Sibarani Melanjutkan, menyebut saat pemerkosaan oleh In berlangsung, datang seseorang berinisial Sa yang membantu membekap mulut Mawar agar tidak berteriak.
Setelah In, giliran Cr dan Sa yang diduga menyetubuhi korban. Drama penyiksaan belum berakhir. Mawar kemudian dibawa ke lokasi kedua, sebuah rumah di Arizona, tempat seorang pria lagi, yang namanya belum diketahui, kembali memerkosanya.
Surat Tanda Penerimaan Laporan (STTLP) telah terbit pada 6 Januari 2026. Lawrence, dengan berani menyebut dua pelaku berinisial Sa dan Na adalah oknum polisi. Sa dari Polres Tanjabtim, dan Na dari Ditreskrimum Polda Jambi.
Polda Jambi, melalui kanal internal, mengakui kasus ini serius dan akan memberikan sanksi tegas, baik pidana maupun disiplin.
Namun, keterbukaan publik masih tertunda. Kombes Pol. Erlan Munaji (Bid Humas) dan AKP Rico Antomi (penyidik) belum menjawab konfirmasi mengenai keterlibatan oknum polisi tersebut.
Masyarakat dan keluarga korban kini menunggu tindakan nyata, bukan janji, dari institusi yang seharusnya menjadi pelindung,” Demikian ungkap Lawrence Sibarani.
(Lana)

















Discussion about this post