VisualJambi, Tebo. – Tahun ini, Seorang warga lanjut usia Ibu Delima yang tercatat sebagai penerima bantuan sosial lansia, sudah dua kali merasakan sentuhan dana dari negara.
Pertama, Rp900.000 utuh menggenggam tangannya. Kedua, segalanya berubah.
Namun menurut nya, pada pencairan kedua yang difasilitasi oleh pihak Ketua RT (Mbak Sri) dan bertempat di rumah Kepala Desa Sungai Alai, uang yang diterimanya menyusut drastis.
“Biasanya Rp900.000, kini dibagi dua pula yang Rp900.000 itu. Saya terima Rp450.000” Ujarnya, senin (06/07/26).
“Alasannya? Katanya dibagi dua dengan warga lain yang belum dapat. Tapi saya tidak tahu, dengan nada pasrah “Saya terima saja, karena hal itu yang tidak faham.

Minimnya Transparansi Pemerintah Desa
Hingga saat ini, pihak Pemerintah Desa Sungai Alai belum memberikan informasi atau kejelasan mengenai regulasi pembagian bansos tersebut. Ibu Delima mengaku terpaksa menerima uang tersebut karena desakan kebutuhan hidup sehari-hari, salah satunya untuk membeli beras.
Meskipun sebelumnya ia pernah mendapatkan bantuan lain berupa kursi roda dan kipas angin dari Dinas Sosial Jambi, ketidakjelasan potongan dana tunai kali ini menyisakan tanda tanya besar bagi dirinya dan keluarga.
Ia berharap skema penyaluran bantuan dapat kembali normal dan dilakukan secara transparan agar tidak menimbulkan kecurigaan di masyarakat bawah.
(Lana)














Discussion about this post