VisulaJambi, Muaro Jambi. – Insiden keracunan makanan berkat (MBG) di Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, terus berkembang dan menunjukkan dampak yang mengkhawatirkan.
Tidak hanya menyerang siswa taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD), kejadian ini juga turut menjangkiti para guru.
Sekretaris Daerah Muaro Jambi, Budhi Hartono, pada Sabtu (31/1/2026), mengkonfirmasi jumlah korban bertambah signifikan.
“Korban keracunan MBG bertambah menjadi 102 orang, mulai dari TK, SD, SMP, dan guru,” jelasnya didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Aang Hambali.
Seluruh korban tersebut saat ini mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Ripin.
Budhi mengungkapkan rasa syukur karena kapasitas rumah sakit masih mampu menampung seluruh korban.
“Ya, kita arahkan semua tenaga medis untuk melayani para korban,” tegasnya, memastikan penanganan maksimal bagi para pasien.
Operasional Dapur Sentral Dihentikan Sementara
Menyikapi insiden serius ini, operasional Satuan Penyediaan dan Pengelolaan Gizi (SPPG) Sengeti, yang diduga menjadi sumber distribusi MBG tercemar, langsung dihentikan sementara.
Penghentian ini berdasarkan hasil rapat koordinasi antara pihak Badan Gizi Nasional (BGN) dan Pemerintah Provinsi Jambi.
Pihak berwenang juga telah mengambil langkah investigatif.
“Sampel makanan itu yang ada di dapur maupun di sekolah-sekolah akan diteliti nanti di laboratorium kita. Setelah itu, nanti akan kita investigasi di mana kelalaiannya,” papar Sekda Budhi.
Terkait sanksi lebih lanjut, disebutkan bahwa hal tersebut menjadi kewenangan BGN Pusat.
SPPG Sengeti Tutup dan Tak Berikan Keterangan
Saat dikunjungi awak media, suasana di SPPG Sengeti terkesan tertutup. Meski beberapa kendaraan terlihat parkir di depan lokasi, pihak keamanan menyatakan tidak ada pejabat yang berwenang memberikan keterangan.
“Tadi dari Polres sama dari Dinkes udah datang. Sampel udah diambil,” ujar seorang anggota satpam di lokasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, SPPG Sengeti yang berada di bawah Yayasan Aziz Rukiyah Aminah memiliki cakupan layanan yang luas.
Lembaga ini disebut melayani 28 sekolah dengan menyediakan sekitar 3.400 porsi MBG setiap harinya untuk wilayah Kecamatan Sekernan dan Sengeti.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti keracunan dan identifikasi zat berbahaya dalam makanan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Warga, terutama orang tua siswa, pun menanti kejelasan dan pertanggungjawaban atas musibah yang meresahkan ini.
(sn)

















Discussion about this post