VisualJambi, Tebo. – Sebuah toko bangunan di Desa Bangko Pintas, Kecamatan Muara Tabir, Provinsi Jambi, ludes dilalap si jago merah pada Kamis (15/1/2026) malam.
Kejadian yang terjadi di RT.09 Dusun Sungai Berdaro itu memunculkan kembali keluhan warga dan pemerintah setempat mengenai ketiadaan armada pemadam kebakaran yang memadai di wilayah tersebut.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan kobaran api besar menyala dari bangunan toko. Suara panik seorang perempuan terdengar memanggil Camat Muara Tabir, menyiratkan keprihatinan atas insiden yang kembali terjadi.
Camat Muara Tabir, Jufri H.R., mengakui kejadian ini adalah yang ketiga dalam kurun waktu singkat.
“Ini sudah berulang-ulang kali. Akhir tahun kemarin di Tambun Arang, dan di awal tahun ini di Bangko Pintas termasuk yang terbesar. Kita mau berbuat apa,” ujarnya dengan nada prihatin.
Jufri menjelaskan kendala utama yang dihadapi. Meski terdapat posko damkar di samping kantor camat, posko tersebut tidak memiliki mobil pemadam kebakaran yang aktif.
Saat kejadian, mobil damkar terdekat harus didatangkan dari Kecamatan Tebo Ilir dengan jarak tempuh yang jauh dan kondisi jalan yang buruk. “Perjalanan hampir dua jam dari Tebo Ilir,” jelasnya.
Kondisi ini, menurut Camat, membuat respons menjadi sangat lambat. Ia berharap pengalaman pahit ini menjadi perhatian serius untuk penyediaan armada damkar di Muara Tabir.
“Bantuan paling terdekat itu Tebo Ilir. Kecamatan Tabir Timur juga belum punya damkar,” tambahnya. Sepanjang Desember 2025 saja, tercatat empat kali kejadian kebakaran di wilayahnya.
Keluhan yang sama disampaikan oleh warga setempat, Subianto, yang menyaksikan langsung kebakaran.
“Kebakaran sudah 2 jam di sini, posko pemadam kebakaran jauh nian, jadi kebingungan kami,” ucapnya dengan nada kesal.
Subianto menyampaikan harapan agar ada pemadam kebakaran yang aktif dan mudah diakses di Kecamatan Muara Tabir.
“Kalau sekarang ini… barang/rumah sudah habis (sebelum damkar datang). Harapan kami kepada pemerintah, pemadam kebakaran itu seharusnya harus aktif terus di kecamatan kami ini,” tuturnya.
Kejadian ini kembali menyoroti masalah klasik di sejumlah daerah terpencil: minimnya sarana dan prasarana darurat seperti pemadam kebakaran. Warga Bangko Pintas berharap insiden beruntun ini menjadi momentum perbaikan, sehingga korban material dan potensi jiwa di masa depan dapat dicegah.
(R/L)

















Discussion about this post