VisualJambi. – Gubernur Jambi Al Haris menghadiri peresmian 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.
Peresmian yang digelar di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin, Kalimantan Selatan itu menjadi momen haru bagi Gubernur Jambi.
Bukan hanya soal pendidikan acara itu justru membawa Al Haris kembali mengingat perjalanan hidupnya saat masih kecil.
Di tengah ribuan anak dari keluarga kurang mampu yang kini mendapat kesempatan bersekolah dengan fasilitas yang layak, Al Haris mengaku tersentuh. Ia merasa melihat masa lalunya sendiri pada wajah-wajah polos para siswa Sekolah Rakyat.
Hal ini dicurahkannya di akun Instagram resminya.
“Saya sangat terharu menyaksikan anak-anak dari keluarga yang kurang beruntung mendapatkan kesempatan bersekolah di Sekolah Rakyat. Banyak dari mereka yang tidak menyangka bisa bersekolah dengan fasilitas lengkap, gizi yang cukup, serta kurikulum yang modern,” kata Al Haris.
Gubernur Jambi itu juga mengenang masa sekolahnya yang penuh keterbatasan. Ia pernah berangkat sekolah dengan baju pinjaman keluarga, bahkan harus menahan lapar karena hanya makan satu kali sehari atau tidak makan sama sekali.
“Saya teringat masa kecil saya, ketika bersekolah dengan baju yang dipinjamkan oleh salah satu keluarga. Saya juga masih ingat, kadang kami hanya makan satu kali sehari, bahkan pernah juga tidak makan sama sekali. Karena itu, saya sangat terharu dan sekilas teringat masa kecil saya,” kata Al Haris.
Al Haris juga mengatakan hadirnya Sekolah Rakyat menjadi jawaban bagi anak-anak yang selama ini terpinggirkan oleh keadaan ekonomi. Program ini memeberikan harapan baru bagi mereka.
“Semoga program ini dapat memberikan manfaat bagi anak-anak yang kurang mampu, sehingga hari ini mereka bisa tersenyum dan bahagia. Semoga ada matahari cerah untuk masa depan mereka,” tutupnya
Peresmian 166 Sekolah Rakyat tersebut diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto dan dihadiri para Gubernur, bupati atau Walikota dari seluruh Indonesia.
(nst)

















Discussion about this post